Senin, 21 Oktober 2019 | 11.35 WIB
KiniNEWS>Sport>Lainnya>Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Reporter : Fauzan | Kamis, 31 Augu 2017 - 15:20 WIB

IMG-177

Regu silat putra Indonesia. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Raihan 2 medali emas terakhir yang diperoleh, tak mengubah posisi Indonesia di Sea Games 2017.

Indonesia telah terpaku menduduki posisi 5 bahkan tak mampu menggeser Vietnam dan Singapura apalagi Malaysia yang menjadi raja Asia Tenggara dengan membawa pulang 145 emas 92 perak dan 86 perunggu.

Sementara Indonesia meski mengirim atlet yang cukup banyak yakni 554 orang, malah mendapat emas lebih sedikit dari Sea Games yang lalu.

Indonesia bergeming di posisi 5 dengan perolehan 191 medali, yang terdiri dari 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Dari raihan medali itu, Sea Games 2017 menjadi prestasi terburuk bagi Indonesia sepanjang sejarah.

Pencapaian terburuk Indonesia di ajang ini pernah terjadi 2009 lalu di Vientien, Laos.

Saat itu, Merah Putih hanya membawa pulang 43 emas, 44 perak, dan 74 perunggu. Dengan raihan itu, Indonesia juga berada di posisi lima besar.

Banyak opini muncul terkait prestasi yang kurang menyenangkan ini mulai dari kecurangan tuan rumah, kesiapan tim Indonesia hingga anggaran dari pemerintah.

“Ada beberapa kendala yang kita hadapi salah satunya faktor tuan rumah (host country effect). Faktor yang di luar kontrol kita dan merupakan keistimewaan tuan rumah. Itu sangat memengaruhi situasi lingkungan pertandingan,” kata Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto belum lama ini.

Sementara, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto mengatakan kesiapan mental dan fisik pemain Indonesia masih kurang dibandingkan masa kejayaan dulu.

“Memang dulu kita 10 kali menjadi juara umum ya, tetapi trendnya setelah reformasi, (prestasinya) anjlok sekali,” ucapnya.

Pada masa orde baru, kata dia, pembinaan dilakukan sangat baik dan matang dari daerah ke pusat.

Begitu juga soal anggaran, dukungan anggaran pemerintah pada masa orde baru sangat kuat. Namun sekarang, tidak ada dukungan anggaran singnifikan untuk olahraga.

“Karena sekarang politik anggaran berbeda. Dulu di zaman Orde Baru beda ya. Pemerintah menetapkan angka (anggaran) sebesar X, itu tidak ada satu pihak pun yang menentang,” jelasnya.

Sebagai informasi pesta olah raga antar negara-negara di wilayah Asia Tenggara digelar sejak 1959, dan Indonesia mulai terlibat sejak SEA Games 1977 di Kuala Lumpur -dan Indonesia saat itu langsung juara umum.

Dalam tiga ajang berikutnya (1979, 1981, 1983), Indonesia berturut-turut menjadi nomor satu, mengungguli Thailand yang dulunya sempat mendominasi.

Kecuali kalah oleh Thailand di SEA Games 1985 (yang digelar di Bangkok) dan 1995 (di Chiang Mai), Indonesia kembali berjaya di ajang yang sama pada 1987, 1989, 1991, 1993 dan 1997.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Sport Terkini Lainnya
Raket - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:33 WIB

Victoria Azarenka tumbang di babak pertama

MANTAN petenis putri terbaik dunia Victoria Azarenka tidak berhasil mengejar mimpinya untuk bisa menyabet gelar juara Australia Terbuka yang ketiga. ...
Sportainment - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:01 WIB

Mahathir tegaskan Malaysia larang atlet Israel bertanding

PEMERINTAH Malaysia tetap dengan pendirian tidak memperbolehkan atlet Israel bertanding pada Kejuaraan Renang Para Dunia 2019 di Kuching Sarawak pada ...
Sportainment - Rabu, 2 Januari 2019 - 17:49 WIB

Mayweather Jr bernafsu melawan Khabib

MANAJER Khabib Nurmagomedov, Ali Abdelaziz menyatakan Floyd Mayweather Jr. adalah pihak yang sangat bernafsu untuk bisa bertarung melawan Khabib.Mayweather Jr. ...
Sportainment - Jumat, 7 Desember 2018 - 16:07 WIB

Mayweather masih menanti duel tinju dengan Khabib

FLOYD Mayweather Jr masih membuka kesempatan berhadapan dengan Khabib Nurmagomedov dengan syarat duel berlangsung dengan aturan tinju, seperti yang pernah ...
Sportainment - Sabtu, 24 November 2018 - 23:54 WIB

Batam Golf Adventures 2018 pecahkan rekor MURI

BATAM Golf Adventures 2018 berhasil memecahkan rekor MURI sebagai peserta turnamen golf terbanyak dalam satu acara golf di Indonesia tahun ...
Raket - Kamis, 15 November 2018 - 22:44 WIB

Kevin/Marcus lolos ke perempat final Hong Kong Terbuka 2018

PASANGAN Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju ke perempat final Hong Kong Terbuka 2018 usai menang 16-21, 21-19, dan 21-9 ...