Selasa, 23 Oktober 2018 | 16.06 WIB
KiniNEWS>Sport>Lainnya>Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Reporter : Fauzan | Kamis, 31 Augu 2017 - 15:20 WIB

IMG-177

Regu silat putra Indonesia. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Raihan 2 medali emas terakhir yang diperoleh, tak mengubah posisi Indonesia di Sea Games 2017.

Indonesia telah terpaku menduduki posisi 5 bahkan tak mampu menggeser Vietnam dan Singapura apalagi Malaysia yang menjadi raja Asia Tenggara dengan membawa pulang 145 emas 92 perak dan 86 perunggu.

Sementara Indonesia meski mengirim atlet yang cukup banyak yakni 554 orang, malah mendapat emas lebih sedikit dari Sea Games yang lalu.

Indonesia bergeming di posisi 5 dengan perolehan 191 medali, yang terdiri dari 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Dari raihan medali itu, Sea Games 2017 menjadi prestasi terburuk bagi Indonesia sepanjang sejarah.

Pencapaian terburuk Indonesia di ajang ini pernah terjadi 2009 lalu di Vientien, Laos.

Saat itu, Merah Putih hanya membawa pulang 43 emas, 44 perak, dan 74 perunggu. Dengan raihan itu, Indonesia juga berada di posisi lima besar.

Banyak opini muncul terkait prestasi yang kurang menyenangkan ini mulai dari kecurangan tuan rumah, kesiapan tim Indonesia hingga anggaran dari pemerintah.

“Ada beberapa kendala yang kita hadapi salah satunya faktor tuan rumah (host country effect). Faktor yang di luar kontrol kita dan merupakan keistimewaan tuan rumah. Itu sangat memengaruhi situasi lingkungan pertandingan,” kata Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto belum lama ini.

Sementara, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto mengatakan kesiapan mental dan fisik pemain Indonesia masih kurang dibandingkan masa kejayaan dulu.

“Memang dulu kita 10 kali menjadi juara umum ya, tetapi trendnya setelah reformasi, (prestasinya) anjlok sekali,” ucapnya.

Pada masa orde baru, kata dia, pembinaan dilakukan sangat baik dan matang dari daerah ke pusat.

Begitu juga soal anggaran, dukungan anggaran pemerintah pada masa orde baru sangat kuat. Namun sekarang, tidak ada dukungan anggaran singnifikan untuk olahraga.

“Karena sekarang politik anggaran berbeda. Dulu di zaman Orde Baru beda ya. Pemerintah menetapkan angka (anggaran) sebesar X, itu tidak ada satu pihak pun yang menentang,” jelasnya.

Sebagai informasi pesta olah raga antar negara-negara di wilayah Asia Tenggara digelar sejak 1959, dan Indonesia mulai terlibat sejak SEA Games 1977 di Kuala Lumpur -dan Indonesia saat itu langsung juara umum.

Dalam tiga ajang berikutnya (1979, 1981, 1983), Indonesia berturut-turut menjadi nomor satu, mengungguli Thailand yang dulunya sempat mendominasi.

Kecuali kalah oleh Thailand di SEA Games 1985 (yang digelar di Bangkok) dan 1995 (di Chiang Mai), Indonesia kembali berjaya di ajang yang sama pada 1987, 1989, 1991, 1993 dan 1997.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Sport Terkini Lainnya
Lainnya - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:23 WIB

IDBR, Indonesia Pertahankan Juara Selama 3 Tahun Berturut-turut

im Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara pada perlombaan perahu naga International Dragon Boat Race (IDBR) 2018 yang diselenggarakan di Sungai ...
UFC - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:05 WIB

Penggemar curiga McGregor tewas dikeroyok rekan Habib

SEORANG penggemar UFC asal Republik Irlandia, David Martin, khawatir Conor McGregor tewas di atas ring oktagon karena diserang sejumlah teman ...
Sportainment - Senin, 15 Oktober 2018 - 16:17 WIB

Tak perlu menggebu-gebu olah raga, sebaiknya andalkan musik

WENDY Suzuki, seorang neuroscientist dari New York University membawakan presentasi di forum konferensi Ted Talk tentang besarnya manfaat olahraga untuk ...
UFC - Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:43 WIB

Tak Terima Rekannya Dikeluarkan dari UFC, Begini Reaksi Keras Khabib Nurmagedov

Kericuhan usai Pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) kelas ringan antara Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor berbuntut panjang. Selain kedua pihak ...
UFC - Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:05 WIB

Khabib dan McGregor diberhentikan sementara dari UFC

KOMISI Atletik Negara Nevada (NAC) untuk sementara memberhentikan Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor dari aktivitas Ultimate Fighting Championship (UFC) selama ...
Sportainment - Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:59 WIB

Atlet Palestina terkesan keramahan Indonesia

ATLET Asian Para Gamaes 2018 asal Palestina, Mahmoud Zohud, mengaku terkesan dengan keramahan orang-orang di Indonesia. Mahmoud tidak menyangka bakal ...