Selasa, 21 November 2017 | 01.55 WIB
KiniNEWS>Sport>Lainnya>Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Reporter : Fauzan | Kamis, 31 Agustus 2017 - 15:20 WIB

IMG-177

Regu silat putra Indonesia. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Raihan 2 medali emas terakhir yang diperoleh, tak mengubah posisi Indonesia di Sea Games 2017.

Indonesia telah terpaku menduduki posisi 5 bahkan tak mampu menggeser Vietnam dan Singapura apalagi Malaysia yang menjadi raja Asia Tenggara dengan membawa pulang 145 emas 92 perak dan 86 perunggu.

Sementara Indonesia meski mengirim atlet yang cukup banyak yakni 554 orang, malah mendapat emas lebih sedikit dari Sea Games yang lalu.

Indonesia bergeming di posisi 5 dengan perolehan 191 medali, yang terdiri dari 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Dari raihan medali itu, Sea Games 2017 menjadi prestasi terburuk bagi Indonesia sepanjang sejarah.

Pencapaian terburuk Indonesia di ajang ini pernah terjadi 2009 lalu di Vientien, Laos.

Saat itu, Merah Putih hanya membawa pulang 43 emas, 44 perak, dan 74 perunggu. Dengan raihan itu, Indonesia juga berada di posisi lima besar.

Banyak opini muncul terkait prestasi yang kurang menyenangkan ini mulai dari kecurangan tuan rumah, kesiapan tim Indonesia hingga anggaran dari pemerintah.

“Ada beberapa kendala yang kita hadapi salah satunya faktor tuan rumah (host country effect). Faktor yang di luar kontrol kita dan merupakan keistimewaan tuan rumah. Itu sangat memengaruhi situasi lingkungan pertandingan,” kata Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto belum lama ini.

Sementara, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto mengatakan kesiapan mental dan fisik pemain Indonesia masih kurang dibandingkan masa kejayaan dulu.

“Memang dulu kita 10 kali menjadi juara umum ya, tetapi trendnya setelah reformasi, (prestasinya) anjlok sekali,” ucapnya.

Pada masa orde baru, kata dia, pembinaan dilakukan sangat baik dan matang dari daerah ke pusat.

Begitu juga soal anggaran, dukungan anggaran pemerintah pada masa orde baru sangat kuat. Namun sekarang, tidak ada dukungan anggaran singnifikan untuk olahraga.

“Karena sekarang politik anggaran berbeda. Dulu di zaman Orde Baru beda ya. Pemerintah menetapkan angka (anggaran) sebesar X, itu tidak ada satu pihak pun yang menentang,” jelasnya.

Sebagai informasi pesta olah raga antar negara-negara di wilayah Asia Tenggara digelar sejak 1959, dan Indonesia mulai terlibat sejak SEA Games 1977 di Kuala Lumpur -dan Indonesia saat itu langsung juara umum.

Dalam tiga ajang berikutnya (1979, 1981, 1983), Indonesia berturut-turut menjadi nomor satu, mengungguli Thailand yang dulunya sempat mendominasi.

Kecuali kalah oleh Thailand di SEA Games 1985 (yang digelar di Bangkok) dan 1995 (di Chiang Mai), Indonesia kembali berjaya di ajang yang sama pada 1987, 1989, 1991, 1993 dan 1997.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Sport Terkini Lainnya
beIN Sports Luncurkan Layanan Khusus Bagi Penggemar Sepak Bola Tanah Air
Lainnya - Rabu, 1 November 2017 - 10:06 WIB

beIN Sports Luncurkan Layanan Khusus Bagi Penggemar Sepak Bola Tanah Air

BeIN Asia Pacifik, perusahaan media multiplatform resmi mengumumkan peluncuran beIN sports connect di Indonesia, Selasa (31/10).Berdasarkan pengalaman pengguna yang imersif, ...
Bidik prestasi di Asian Games, Satlak Prima mulai dialihfungsikan
Lainnya - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:09 WIB

Bidik prestasi di Asian Games, Satlak Prima mulai dialihfungsikan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan bergerak cepat bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional. ...
JK berharap cabor bulutangkis jadi andalan di Asian Games
Raket - Selasa, 3 Oktober 2017 - 11:59 WIB

JK berharap cabor bulutangkis jadi andalan di Asian Games

Cabang olahraga bulutangkis diharapkan dapat menjadi andalan dalam gelaran Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.Harapan itu ...
Pasangan Kevin/Marcus juara Jepang Terbuka 2017
Raket - Minggu, 24 September 2017 - 15:48 WIB

Pasangan Kevin/Marcus juara Jepang Terbuka 2017

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo akhirnya menyabet gelar juara Jepang terbuka 2017 di Tokyo ...
Menpora lepas kontingen Indonesia ke Asean Paragames
Lainnya - Rabu, 13 September 2017 - 04:54 WIB

Menpora lepas kontingen Indonesia ke Asean Paragames

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia untuk mengikuti kompetisi Asean Paragames ke-9 yang akan ...
Peraih Medali Emas Sea Games 2017 Bakal Jadi PNS
Lainnya - Selasa, 5 September 2017 - 23:59 WIB

Peraih Medali Emas Sea Games 2017 Bakal Jadi PNS

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan promosi menjadi PNS merupakan bentuk kesungguhan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap masa depan ...