Selasa, 21 November 2017 | 01.59 WIB
KiniNEWS>Sport>Lainnya>Bidik prestasi di Asian Games, Satlak Prima mulai dialihfungsikan

Bidik prestasi di Asian Games, Satlak Prima mulai dialihfungsikan

Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:09 WIB

IMG-186

Satlak Prima. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan bergerak cepat bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Hal ini dilakukan setelah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) “membubarkan” program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Sekretaris Menpora Gatot S Dewabroto menyampaikan Jokowi telah resmi menandatangani Perpres soal peralihan fungsi Satlak Prima kembali kepada Kemenpora dan induk cabang olahraga juga NPC.

Dalam surat itu, Kemenpora akan mendapatkan bantuan dari KONI Pusat dalam proses peningkatan prestasi olahraga di Tanah Air.

“Sesuai amanat di Perpres ini, KONI diminta membantu Menpora (Imam Nahrawi) dalam konteks capaian prestasi menjelang Asian Games 2018 dan kendala apa saja yang ada,” ujar Gatot di Kemenpora, Kamis (19/10) kemarin.

Gatot juga menyampaikan para staf yang ada di Satlak Prima akan mendapat tugas lain setelah pihaknya berkoordinasi lebih lanjut. Dalam peralihan fungsi secara administratif ini, Kemenpora berharap pemimpin cabor tidak terpengaruh dan para atlet tetap berkonsentrasi untuk latihan.

Terkait anggaran yang akan langsung dibebankan kepada PB cabang olahraga, Sesmenpora mengatakan bahwa pihaknya akan mengacu pada Perpres, yaitu induk cabang olahraga memiliki kewenangan yang cukup dibandingkan sebelumnya.

Artinya, anggaran akan langsung dari Kemenpora ke induk cabang olahraga terkait. “Harapannya agar tidak mengganggu persiapan atlet menuju Asian Games 2018. Mengingat waktu yang mepet, pemberlakuan isi Perpres tidak akan menunggu awal 2018.

Kami akan segera menindaklanjuti perubahan dalam substansi Perpres. Sementara fungsi optimalisasi pengawasan pengendalian dan evaluasi kemungkinan akan diambil alih KONI,” tandas Gatot. Sementara itu, Ketua KONI Pusat Tono Suratman menyikapi secara tenang terkait peralihan fungsi Satlak Prima.

Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan bertugas untuk memfasilitasi dan mengawasi serta mengoordinasi cabor-cabor di dalam pelaksanaan pelatnas. “Kami akan melanjutkan tugastugas dari Satlak Prima sambil menunggu arahan dari Menpora. Program ini telah berjalan sejak 2010.

Namun, di tengah jalan sempat ada perbaikan dan optimalisasi terhadap pelatih atlet maupun manajernya. Bahkan, (pengurus besar) PB-PB saat ini telah membuat program cerdas menghadapi Asian Games tahun depan,” ucap Tono.

Tono menyampaikan KONI akan menargetkan peringkat 10 besar di Asian Games 2018 sesuai permintaan pemerintah. Dengan waktu yang tinggal 10 bulan, dia akan bekerja keras agar semuanya bisa tercapai.

Selain itu, dia juga akan tetap membimbing dan mengawasi cabor-cabor, termasuk pengelolaan anggarannya sehingga pencapaian tugas dapat berhasil dengan baik. “Tugas ini sangat berat dalam waktu kurang dari 10 bulan.

Tapi, saya yakin dan percaya pengurus kami di PB serta KONI provinsi telah siap membantu pemerintah dalam capaian prestasi di Asian Games 2018,” pungkas Tono. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Sport Terkini Lainnya
beIN Sports Luncurkan Layanan Khusus Bagi Penggemar Sepak Bola Tanah Air
Lainnya - Rabu, 1 November 2017 - 10:06 WIB

beIN Sports Luncurkan Layanan Khusus Bagi Penggemar Sepak Bola Tanah Air

BeIN Asia Pacifik, perusahaan media multiplatform resmi mengumumkan peluncuran beIN sports connect di Indonesia, Selasa (31/10).Berdasarkan pengalaman pengguna yang imersif, ...
JK berharap cabor bulutangkis jadi andalan di Asian Games
Raket - Selasa, 3 Oktober 2017 - 11:59 WIB

JK berharap cabor bulutangkis jadi andalan di Asian Games

Cabang olahraga bulutangkis diharapkan dapat menjadi andalan dalam gelaran Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.Harapan itu ...
Pasangan Kevin/Marcus juara Jepang Terbuka 2017
Raket - Minggu, 24 September 2017 - 15:48 WIB

Pasangan Kevin/Marcus juara Jepang Terbuka 2017

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo akhirnya menyabet gelar juara Jepang terbuka 2017 di Tokyo ...
Menpora lepas kontingen Indonesia ke Asean Paragames
Lainnya - Rabu, 13 September 2017 - 04:54 WIB

Menpora lepas kontingen Indonesia ke Asean Paragames

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia untuk mengikuti kompetisi Asean Paragames ke-9 yang akan ...
Peraih Medali Emas Sea Games 2017 Bakal Jadi PNS
Lainnya - Selasa, 5 September 2017 - 23:59 WIB

Peraih Medali Emas Sea Games 2017 Bakal Jadi PNS

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengatakan promosi menjadi PNS merupakan bentuk kesungguhan pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap masa depan ...
Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi
Lainnya - Kamis, 31 Agustus 2017 - 15:20 WIB

Prestasi Indonesia di Sea Games Anjlok Setelah Reformasi

Raihan 2 medali emas terakhir yang diperoleh, tak mengubah posisi Indonesia di Sea Games 2017.Indonesia telah terpaku menduduki posisi 5 ...